<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="906">
<titleInfo>
<title></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>M. BONAS AGUNG PANDEGA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv, 75p.; ill.; tab.; 21cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang terkait dengan kerusakan jaringan. Nyeri dapat diredakan dengan parasetamol, namun bila digunakan dalam dosis besar dan jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko hepatotoksik. Maka dari itu diperlukan alternatif obat baru.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgesik dari nanopartikel kitosan. Digunakan bahan dalam bentuk ukuran nanopartikel karena memiliki beberapa keuntungan seperti meningkatkan efek terapetik dan mengurangi toksisitas. Pada penelitian ini dilakukan secara in vivo dengan menggunakan mencit (Mus musculus) jantan galur BALB/C. Dua puluh lima ekor mencit dibagi menjadi lima kelompok secara acak. Setiap kelompok terdiri dari lima ekor mencit. Kontrol negatif diberikan CMC Na 0,5%, kontrol positif diberikan parasetamol dan kelompok perlakuan yang diberikan nanopartikel kitosan dengan dosis 1 mg/mL, 2,5 mg/mL dan 5 mg/mL. Metode yang digunakan Writhing Test dengan cara menginduksi mencit menggunakan asam asetat 0,6%. Respon nyeri mencit yang ditandai dengan menggeliat kedua pasang kaki ditarik kedepan dan kebelakang serta perut menempel pada lantai. Pengamatan dilakukan selama 60 menit. Hasil perhitungan %hambatan nyeri dari nanopartikel kitosan dengan dosis 1 mg/mL, 2,5 mg/mL dan 5 mg/mL berturut-turut sebesar 33,41%; 55,04% dan 65,85%. Hasil penelitian menujukkan nilai ED50 nanopartikel kitosan sebesar 2,1627 mg/mL. Hal ini menunjukkan bahwa nanopartikel kitosan mempunyai aktivitas analgesik pada mencit (Mus musculus) jantan dengan metode Writhing Test.

Kata kunci : nanopartikel kitosan, analgesik, Mus musculus, Writhing test</note>
<note type="statement of responsibility">UJI AKTIVITAS ANALGESIK NANOPARTIKEL KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG UDANG (Litopenaeus vannamei) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) GALUR BALB/</note><classification>6B.S-Far</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS FARMASI - UNIVERSITAS HANG TUAH Jl. Arief Rachman Hakim 150 , Surabaya 60111 Telp: (031) 5945864, 5945894 Fax : (031)  5946261 , Web. www.hangtuah.ac.id</physicalLocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Pan u 51-19</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">FARM51-6B.S/Far-2019</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus Farmasi (Rak Skripsi)</sublocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Pan u 51-19</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>51-19.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>906</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-27 13:14:30</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-10-10 12:52:00</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>